PPKHI Kalimantan Tengah Sukses Laksanakan PKPA Gelombang Pertama

Di hari terakhir Pendidikan Profesi Khusus Advokat (PKPA) yang dilaksanakan di Hotel Neo Palma Palangka Raya Kalimantan Tengah, 27/10/2018, Panitia pelaksana Dewan Pimpinan Daerah Perkumpulan Pengacara dan Konsultan Hukum Indonesia (DPD-PPKHI) Kalteng mengundang dua nara sumber sebagai pemapar materi. Yang pertama N. Narendra Jatna SH.LLM dosen Fakultus Hukum Universitas Indonesia.

Nerendra Jatna memaparkan tentang Hukum pidana dihadapan 14 (empat belas) calon advokat yang mengikuti pendidikan profesi advokat. Menurut Dosen Fakultas Hukum UI itu, “legal reasoning penalaran hukum adalah, pencarian nalar hukum atau pencarian dasar tentang seorang hakim memutuskan perkara atau kasus hukum, seorang beragumentasi hukum dan menalar hukum.” Kata nya.

“Tugas advokat adalah membuat klien merasa hak hak hukum klien nya terpenuhi. Contoh nya, klien salah menurut hukum, tapi jangan sampai hukuman klien melibihi hak dan kemampuan nya.” Tambah Narendra Jatna.

Sedangkan Harini, SH.MH Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Palangka Raya sebagai pembawa materi Hukum Perdata. Baik beracara di tingkat pertama maupun selanjut nya. Menurut dia, seorang advokat harus mencari peristiwa hukum terlebih dahulu, juga harus mengorek peristiwa hukum dari klien. “Kadang kala klien bisa saja menyembunyikan peristiwa hukum yang di alami nya.” Papar Hakim yang sudah banyak makan asam garam di dunia peradilan ini.

Harini, SH.MH juga berharap untuk kedepan nya, semoga advakat dan penegak hukum lainya punya visi dan misi sama,untuk memberikan keadilan pada pencari keadilan yang sebenar-benarnya, sehingga orang yang mencari keadilan betul-betul menemukan kebenaran yang dicari.

Sementara itu, Ketua Dewan Pengurus Daerah Perkumpulan pengacara dan Konsulatan hukum Indonesia (DPD-PPKHI) Kalimantan Tengah, Antoninus Kristiano, SH dalam kesempatan yang sama mengatakan, berdasar kan ketentuan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 Tentang Advokat. ” Untuk menjadi advokat, calon advokat harus mengikuti Pendidikan Profesi Khusus Advokat, setelah itu Ujian Profesi Advokat (UPA) kemudian di lakukan penyumpahan oleh Hakim Pengadilan Tinggi Palangka Raya”Kata Advokat asli putra dayak Kalteng.

Terkait dengan DPD-PPKHI Kalteng, ” Kami akan secara kontinyu melakukan Pendidikan Profesi Khusus Advokat di Kalteng ini, karena banyak sekali putra daerah pontensial di Kalteng yang berlatar belakang sekolah tinggi ilmu hukum untuk menjadi advokat profesional.” Tambah nya.

Sekretaris DPD-PPKHI Kalteng, sekaligus panitia pelaksana PKPA Gelombang pertama tahun 2018, Restumini, SH menjelas kan, ” Kami dari DPD-PPKHI Kalteng, mengucapkan selamat dan sukses bagi peserta PKPA gelombang pertama yang telah dinyatakan lulus, dan untuk penyumpahan akan dijadwalkan secepatnya,” jelas Restumini, SH.

Peserta PKPA dari Kabupaten Barito timur, Ari madiano, SH sangat berterima kasih kepada DPD-PPKHI Kalteng yang telah melaksanakan PKPA ini, dengan latar belakang pendidikan Tinggi Ilmu Hukum yang selama ini terkesampingkan, saat ini ilmu hukum nya bisa dimanfaatkan untuk kepentingan orang banyak, terutama dalam mendampingi masyarakat Bartim yang tersandung kasus hukum. ” saya rencana akan beracara di Kabupaten Bartim, tapi tidak menutup kemungkinan beracara di daerah lain, selagi ada yang membutuh kan jasa )(ng hukum .” Ungkap Putra daerah Bartim.(Asrori/RED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *