PROSES CEPAT PENGURUSAN SERTIFIKAT TANAH DIDUGA MELEWATI JALAN TIKUS

Palangkaraya (jurnal88.com)
Peraturan tata tertib yang dibuat oleh kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) kota Palangkaraya sudah dilaksanakan dengan baik yaitu tempat pelayanan masyarakat pada loket loket tertentu dengan sistem antri untuk mendaftarkan surat yang mau di buat atau mengurus Peta bidang Tanah, maka dari hal diatas bahwa masyarakat sudah mengacu pada peraturan yang berlaku.

Namun Proses tersebut masih banyak kesulitan yaitu rumitnya mengurus surat keterangan tanah dan tata bidang maupun Sertifikat membutuhkan waktu lama.

Berdasarkan hasil Pantauan awak media jurnal88.com yang sudah lama mengamati kinerja pelayanan Pengurusan Surat surat Sertifikat maupun pengurusan Peta bidang selalu ditempat ruangan khusus yaitu loket loket yang ada pada kantor BPN kota, dan itupun kadang kala masyarakat antri duduk sambil menunggu panggilan sesuai nomor urut.

Namun yang menjadi pertanyaan mengapa ada berberapa oknum pegawai BPN kota ikut membantu masyarakat dalam pengurusan yang bukan pada tempatnya,

Menurut Pepen (30) tahun warga jalan G.Obos yang mengantarkan Pamannya mengurus berkas pembuatan sertifikat dinilai sangat rumit dan lelah selalu menunggu di ruang tunggu antrian,apalagi kata pepen bolak balik kekantor BPN kota dari hingga direhabnya kantor sampai di pindahnya sementara kantor BPN kota ,namun tak kunjung selesai, yang anehnya kok orang orang yang berkantong tebal seperti pihak pihak Deplover maupun lainnya. Cuma ngantarnya lewat oknum Pegawai BPN Kota dan Pengambilan berkas serta sertifikat juga lebih mudah tinggal ngambil dengan oknum di luar kantor bahkan jika mengurus peta bidang tidak
sulit pengurusannya.

Hal ini dinilai tidak adil dalam pelayanan lebih baik di tutup saja loket pelayanan toh sudah ada yang mau mengurusnya. Artinya ada uang proses cepat tak ada uang mohon bersabar menunggu kapan dan kapan waah gawat katanya stop pungli eh kenyataannya oknum oknum masih ada mencari kesempatan dalam kesempitan ucap pepen mengakhiri pembicaraan.(RIF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *